Sunday, November 30, 2008

Ecclesiastes, Pengkotbah (1:1-11)

Hi, here is some of my own commentaries that I have made during my self-bible-study time. I made it for Ecclesiastes:

Kitab ini adalah kitab yang diperkirakan merupakan tulisan dari Solomon the King of Israel after David. Isinya biasanya orang hubungkan dengan kesia-siaan (kata Pengkotbah), bahwa hidup itu sia-sia. Sekarang saya akan coba eksposisi ayat per ayat dan kiranya bisa menjadi berkat.

Kitab ini diawali dengan suatu introduksi singkat tentang siapa sih si penulis kitab ini. Dengan singkat ditulis bahwa ini adalah perkataan dari Pengkotbah, anak Daud, raja di Yerusalem. (1:1) Memang tidak dikatakan secara langsung bahwa itu adalah Solomon. Memang raja Daud mempunyai banyak sekali anak dan mungkin saja salah satu dari mereka menulis ini. Tapi dalam kelanjutan dari kitab ini akan terlihat jelas kesinambungan pengajaran dari kitab ini dengan kitab amsal yang jelas adalah punya Salomo.

(1:2-11)Setelah introduksi, kitab ini lalu dilanjutkan dengan suatu penyataan tegas, lugas, yang menurut saya langsung menunjukan isi dari buku ini akan bicara tentang apa, yaitu
"segala sesuatu sia-sia, dibawah matahari ini tidak ada usaha manusia berjerih lelah"

Penyataan diatas terkesan pesimistis dan tidak mempunyai harapan. Namun justru ini adalah suatu penyataan iman yang begitu sungguh dari Salomo dan dia jelas punya pengharapan.

Selanjutnya Salomo menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada suatu yang baru yang terjadi di bawah matahari. Hal ini bukan menyatakan bahwa tidak terjadi perkembangan dalam dunia ini (jika dikatakan perkembangan). Kita jelas mengalami perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan. Namun apa arti dari tidak ada yang baru?

Saya pribadi lebih condong untuk mengartikan bahwa tidak ada yang baru disini adalah masalah esensi ide. Jika diperhatikan sekarang jelas tidak ada lagi yang baru. Apa sih yang ada dipikiran manusia yang menyebabkan dia bisa berkata "lihat ini baru!"
Dalam dunia filsafat terkenal suatu penyataan bahwa "tidak ada suatu hal di dunia ini yang tidak pernah ada di pikiran 3 orang itu"

Siapa 3 orang itu? Socrates, Plato, dan Aristotle. Jika dalam filsafat saja manusia berdosa sudah bisa begitu takjub pada pemikiran 3 filsuf teratas grika, maka dari itu apalagi sih esensi ide yang sekarang bisa dikatakan baru sama sekali?

0 comments: