A: apa Tuhan mengampuni ku?
B: kenapa?
A: aku pendosa besar?
B: ??
A: aku merampok, membunuh, berzinah, pembohong besar ...
B: yang aku tahu, Tuhan itu akan mengampuni orang yang dengan hati hancur menghadap Dia... menyesalinya, bertobat, meninggalkan dosa itu, dan mengikut Dia ...
A: pernah aku melakukan itu kawan ...
B: lalu?
A: itu dulu sebelum aku mengulanginya lagi
B: sungguhkah kamu bertobat?
A: aku tidak tahu... aku menyesalinya, bertekad untuk tidak mengulangi, tapi jatuh kembali ...
B: sudah berperangkah kamu?
A: ...
B: sudah berharap penuhkah kamu? Apa yang kamu andalkan saat cobaan itu datang? Jangan berlagak kuat... kekuatan hanya dari Tuhan
Percakapan diatas mungkin anda tidak pernah alami. Anda pikir anda hidup baik-baik kok. Tidak membunuh. Bukan perampok. Tidak suka main sex. Bukan koruptor. Bukan penyumpah... apapun yang anda pikir "jelek", yang pasti anda bukanlah pelakunya
"Anda sudah berdosa dihadapan ALLAH!"
"enak aja lu. Siapa lu bisa bilang gw berdosa? Orang tua gw aja ga pernah bilang gitu."
Orang berdosa tidak suka dituduh berdosa. Koruptor yang ketauan korupsi aja masih mau naik banding di pengadilan... Apalagi dosa donk? "Dosa gw kan gw yang kerjain, lu kan ga liat" Dengan berpikir seperti itu susah sekali menyadarkan manusia bahwa dosa sudah melekat, dan bukan itu saja, bahkan sudah menjadi pola hidup sehari-hari
"hai saudara, kembali saya mau tanya. saya tidak melakukan yang buruk kok. Saya orang baik-baik. Bahkan saya suka membantu orang lagi. Apa-apaan saudara bilang saya berdosa?"
"Jadi anda berpikir anda tidak berdosa?"
"Ah, ga lah. Gw pernah kok berdosa... Tapi kan sekarnag gw dah tobat dan hidup baik-baik"
Konsep dosa sudah berubah menjadi suatu kegiatan secara temporal dan bukan secara eternal ...
Mereka sudah kehilangan kekekalan dalam hati mereka. Bahkan perbuatan baik lah yang mereka banggakan untuk menutup dosa.
"Apa saudara yakin setiap detik anda tidak berdosa?"
"Ah ya sekali-kali ada lah. Namanya juga manusia"
Manusia sudah identik dengan kesalahan. Kalau tidak salah maka bukan manusia. Ini bertolak belakang dengan apa yang menjadi nilai intrinsik manusia. Alkitab mengatakan bahwa manusia itu sangat amat baik diciptakan untuk menjadi wakil Allah. Kenapa malah jadi identik dengan si pembuat onar?
"Mau saya katakan baik-baik? Anda berdosa bukan karena anda pikir anda hidup tidak baik. Anda berdosa karena standard Tuhan lebih tinggi daripada standard anda! Bertobatlah! Percayalah pada injil"
Friday, October 3, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment